3 Syarat Agar Ibadah Diterima Allah

3 Syarat Agar Ibadah Diterima Allah

3 Syarat Agar Ibadah Diterima Allah – Kali ini Madani akan membahas mengenai syarat ibadah diterima dari kutipan ustadz abu isma’il muslim al-atsari. Allah Azza wa Jalla memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Kemudian dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang hambanya telah amalkan. Namun, ibadah tersebut akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla, jika memenuhi syarat-syarat diterimanya amal sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Syarat-Syarat tersebut ada tiga. Apa aja itu?

3 Syarat Agar Ibadah Diterima Allah Azza Wa Jala

1. Iman

Menurut ibnu taimiah atau syaikhul islam, ” Dan telah diketahui bahwa iman adalah iqrar(pengakuan), tidak semata-mata tashdiq. Iqrar (pengakuan) mencakup perkataan hati, yaitu tashdiq (membenarkan atau meyakini kebenaran), dan perbuatan hati, yaitu inqiyad (ketundukan hati)”.

Banyak dalil Al-quran yang menunjukan bahwa iman merupakan syarat diterimanya sebuah amal, Antara lain, firman Allah Aza wa Jalla didalam surat [An-Nahl/16 :97], [Ibrâhîm/14:18], dan [An-Nur/24: 39] & terdapat dalil hadist yaitu [HR. Muslim, no: 2808, dari Abu Hurairah. Lihat as-Shahîhah, no: 53.]

2. Ikhlas

Yaitu memiliki definisi menurut syariat yang berarti memurnikan niat ibadah hanya kepada Allah, semata-mata mencari ridha Allah, menginginkan wajah Allah, dan mengharpakan pahala atau keuntungan di akhirat. Serta membersihkan niat dari syirik niat, riya’, sum’ah, mencari pujian, balasan dan ucapan terimakasih dari manusia, serta niat duniawi lainnya.

Ada beberapa dalil alquran yang menunjukan tentang ikhlas dalam beribadah, diantaranya pada surat [Al-Bayyinah/98:5],[An-Nisa’/4: 114], [Al-Insan/76: 9] & [Asy-Syûra/42: 20] & terdapat dalil hadist yaitu [HR. Nasai, no: 3140.]

3. Ittiba’

Ittiba’ ialah mencontoh, menteladani, mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. orang yang telah bersyahadat bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan ALLAH, maka syahat tersebut memiliki kandungan : meyakini berita beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, mentaati perintah beliau, menjauhi semua yang dilarang oleh beliau, dan beribadah kepada Allah hanya dengan syari’at beliau. Oleh karena itu, barang siapa yang membuat perkara baru dalam agama ini, maka itu tertolak.

Ada beberapa dalil alquran yang berhubungan dengan ittiba’ diantaranya, [Ali-Imran/3: 85] & [Al-Hasyr/59: 7] & terdapat dalil hadist yaitu [HR. Al-Bukhâri, no. 2697; Muslim, no. 1718]

Itulah beberapa syarat-syarat diterima amal ibadah oleh Allah Subhaana wa Ta’ala, dan orang-orang yang mengamalkan syarat-syarat tersebut insya Allah mereka termasuk orang-orang yang diterima amal ibadahnya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, Mudah-mudahan kita selalu berada didalam lindungan Allah azza wa jala agar senantiasa berada di jalan yang lurus.

Leave a Reply